BANNER ATAS


Iklan Melayang

Sponsor

Program CERIA: Sinergi Siklus Indonesia dan UAD dalam Mengedukasi Bahaya Rokok di SD Muhammadiyah Suronatan


YOGYAKARTA, 21 Juni 2026
— Investasi terhadap pendidikan kesehatan sejak dini merupakan pilar penting dalam mewujudkan generasi masa depan yang sehat, berdaya, dan terlindungi. Sebagai bentuk aksi nyata, lembaga non-pemerintah Siklus Indonesia menginisiasi gerakan edukasi berbasis sekolah untuk menekan angka perokok anak di wilayah Kota Yogyakarta. 
Salah satu implementasinya diwujudkan melalui program bertajuk CERIA (Cegah Rokok Itu Asyik!) yang mengusung tema Smoking Prevention for Kids.

Kolaborasi Bersama Relawan Mahasiswa

Pada tanggal 18 Mei 2026, Siklus Indonesia menggandeng para relawan (volunteer) mahasiswa dari Magister Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Sinergi ini menyasar 80 siswa kelas 6 di SD Muhammadiyah Suronatan, Kota Yogyakarta. Agenda ini dirancang khusus guna mendongkrak pengetahuan serta membangun benteng kesadaran bagi anak-anak mengenai bahaya konsumsi rokok, sekaligus menanamkan pentingnya membiasakan gaya hidup sehat sejak dini.

Materi edukasi dikemas secara interaktif dan tidak kaku. Menggunakan metode yang ramah anak, para siswa diajak untuk mengenal secara mendalam berbagai kandungan zat kimia berbahaya yang ada di dalam sebatang rokok, mengenali ancaman kerusakannya terhadap organ tubuh, serta memahami langkah praktis menolak paparan asap rokok. Melalui sesi diskusi kelompok, tanya jawab, dan aktivitas edukatif, para murid didorong untuk berpartisipasi secara aktif.

Antusiasme dan Ruang Berbagi Pengalaman anak

Suasana di dalam ruang edukasi berjalan dengan penuh antusiasme. Tidak sekadar mendengarkan materi, para siswa kelas 6 ini secara berani mengajukan berbagai pertanyaan serta menceritakan pengalaman pribadi mereka mengenai paparan asap rokok yang mereka temui di lingkungan sekitar.

Melalui pendekatan psikologi anak yang menyenangkan, program CERIA diharapkan dapat mengasah kemampuan asertif siswa agar dapat mengambil keputusan yang sehat bagi diri mereka sendiri serta menolak bujukan merokok di masa depan.

Komitmen Penuh Pihak Sekolah

Kepala SD Muhammadiyah Suronatan, M. Slamet Riyanto, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap inisiatif yang diusung oleh Siklus Indonesia dan Universitas Ahmad Dahlan. Menurutnya, pembentukan karakter anak yang bersih dari rokok memerlukan kerja sama lintas sektor, mulai dari lingkungan pendidikan, keluarga, hingga organisasi peduli anak.

“SD Muhammadiyah Suronatan berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, sehat, dan terbebas dari asap rokok," tegas M. Slamet Riyanto. Beliau menambahkan bahwa selain membekali siswa dengan edukasi, pihak sekolah telah merilis aturan resmi dan memasang papan larangan merokok secara tegas di seluruh area sekolah demi memastikan hak anak atas udara bersih selama belajar terpenuhi.

Membentuk Agen Perubahan Cilik

Melalui pendekatan edukasi berbasis sekolah (salah satunya lewat program CERIA), Siklus Indonesia berharap anak-anak tidak sekadar menjadi objek edukasi, melainkan mampu bertransformasi menjadi agen perubahan cilik. Dengan informasi kesehatan yang valid dan mudah dicerna, anak-anak diharapkan mampu menjaga kesehatan diri mereka sendiri serta ikut menginspirasi keluarga maupun lingkungan sekitarnya untuk hidup lebih sehat tanpa asap rokok.

Artikel ini ditulis oleh F. Putri Khatulistiwa dan dipublikasikan secara resmi di kanal informasi penanggulangan rokok anak oleh Siklus Indonesia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Program CERIA: Sinergi Siklus Indonesia dan UAD dalam Mengedukasi Bahaya Rokok di SD Muhammadiyah Suronatan"

Post a Comment

close