BANNER ATAS


Iklan Melayang

Sponsor

Lindungi Generasi Muda, Siklus Indonesia Laksanakan Edukasi Pencegahan Merokok di SD Pedagogia Labschool UNY


Yogyakarta, Juni 2026
— Angka perokok anak yang terus meningkat di Indonesia menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan dan kesehatan masyarakat. Merespons ancaman nyata tersebut, lembaga non-pemerintah Siklus Indonesia bergerak aktif ke institusi pendidikan dasar dengan menggelar kegiatan edukasi pencegahan merokok bagi anak-anak di SD Pedagogia Labschool Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Siklus Indonesia dalam mengampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat serta menyelamatkan generasi emas Indonesia dari jerat adiksi rokok sejak usia dini.

Membentengi Anak Melalui Program Inovatif

Anak-anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan. Melalui penetrasi iklan rokok yang masif secara daring maupun fisik di sekitar sekolah, serta paparan dari orang dewasa, anak-anak membutuhkan pemahaman konseptual yang kuat agar mampu menolak ajakan merokok.

Dalam kegiatan di SD Pedagogia Labschool UNY ini, Siklus Indonesia membawakan pendekatan edukasi yang interaktif dan ramah anak. Serupa dengan gerakan CERIA (Cegah Rokok Itu Asyik!) yang sebelumnya sukses dilaksanakan di sekolah dasar lain di Yogyakarta, materi pencegahan tidak disampaikan secara kaku, melainkan dikemas lewat berbagai metode menyenangkan seperti:

  • Gim Edukatif dan Simulasi: Mengajarkan dampak buruk zat kimia rokok bagi organ tubuh anak melalui visualisasi sederhana.

  • Dongeng atau Storytelling: Membangun kesadaran moral mengenai pentingnya menjaga kesehatan pernapasan demi masa depan.

  • Sesi Komunikasi Asertif: Melatih anak-anak agar memiliki keberanian untuk berkata "TIDAK" apabila ada teman sebaya atau lingkungan sekitar yang membujuk mereka untuk mencoba rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape).

Sinergi Positif Antara Sekolah dan Siklus Indonesia

Pihak sekolah SD Pedagogia Labschool UNY menyambut baik inisiatif strategis ini. Sebagai sekolah laboratorium (labschool), penanaman karakter sehat dan perlindungan anak dari zat adiktif sejalan dengan visi menciptakan lingkungan belajar yang aman, suportif, dan bebas dari asap rokok.

Edukasi ini dinilai sangat tepat sasaran karena menargetkan anak-anak di usia pembentukan karakter (golden age). Pada masa ini, pengetahuan yang diterima dengan cara yang menyenangkan akan membekas menjadi prinsip hidup mereka hingga beranjak remaja dan dewasa.

Mengapa Edukasi di Tingkat SD Sangat Krusial?

Berdasarkan data kesehatan nasional, usia inisiasi merokok di Indonesia kian bergeser ke usia yang lebih muda. Industri rokok secara agresif membidik pasar anak muda sebagai perokok pengganti di masa depan. Dampak buruk merokok pada anak tidak hanya merusak sistem pernapasan dan memicu stunting, tetapi juga menurunkan fokus belajar, daya ingat, serta kemampuan kognitif anak di sekolah.

Melalui kegiatan ini, Siklus Indonesia berharap sekolah-sekolah dasar di Yogyakarta dapat memperketat pengawasan dan terus mengintegrasikan materi anti-rokok ke dalam aktivitas harian siswa.

Komitmen Bersama untuk Udara Bersih dan Sehat

Kegiatan ditutup dengan deklarasi bersama dari para siswa, guru, dan fasilitator Siklus Indonesia untuk menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari asap rokok. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan seperti Siklus Indonesia dengan pihak sekolah diharapkan tidak berhenti di sini, melainkan mampu memicu gerakan meluas di Yogyakarta guna mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang ramah anak secara menyeluruh.

Draf artikel ini disusun berdasarkan rilis agenda dan program kerja kampanye pencegahan merokok bagi anak oleh Siklus Indonesia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lindungi Generasi Muda, Siklus Indonesia Laksanakan Edukasi Pencegahan Merokok di SD Pedagogia Labschool UNY"

Post a Comment

close